Posisi pallet yang bergeser dapat menyebabkan produk disusun tidak tepat meskipun program robot sudah benar. JAKA Palletizing dengan kamera untuk mendeteksi posisi pallet membantu membaca posisi aktual pallet sebelum proses penyusunan dimulai sehingga titik susun dapat dikoreksi secara otomatis.
Masalah ini banyak ditemui pada lini produksi dengan variasi kondisi pallet, conveyor, atau proses pemindahan material yang dinamis. Jika tidak dikendalikan, pergeseran kecil pada awal proses dapat berkembang menjadi susunan yang miring, produk bertabrakan, hingga pallet harus disusun ulang.
Artikel ini membahas penyebab posisi pallet bergeser, cara memanfaatkan sensor dan vision system, mekanisme koreksi titik susun pada JAKA Palletizing, hingga integrasi dengan PLC dan HMI agar proses palletizing tetap akurat dan konsisten.
Mengapa Posisi Pallet Bisa Bergeser dari Titik yang Sudah Ditentukan?
Posisi pallet dapat bergeser karena berhenti tidak tepat, terdorong saat dipindahkan, ukurannya tidak seragam, atau tidak tertahan dengan baik di area penyusunan. Jika robot tetap menggunakan titik referensi lama, setiap lapisan produk juga akan ikut bergeser sehingga kualitas susunan menurun.
Beberapa penyebab yang perlu diperiksa antara lain:
- Pallet stopper tidak menahan pallet dengan stabil.
- Pallet datang dalam posisi sedikit miring.
- Conveyor berhenti pada titik yang tidak konsisten.
- Ukuran pallet berbeda-beda.
- Bagian bawah pallet rusak atau tidak rata.
- Pallet terdorong ketika produk diletakkan.
- Sensor hanya mendeteksi keberadaan, bukan posisi pallet.
- Area lantai atau conveyor tidak rata.
- Pallet diposisikan secara manual oleh operator.
- Getaran mesin membuat posisi pallet berubah.
Program robot palletizing umumnya menggunakan koordinat yang telah ditentukan saat proses teaching. Ketika posisi pallet berubah tetapi koordinat tidak diperbarui, penyimpangan tersebut akan terbawa hingga lapisan terakhir sehingga hasil palletizing menjadi kurang presisi.
Apa Dampaknya Jika Robot Tidak Mengetahui Posisi Pallet yang Sebenarnya?
Robot dapat tetap menjalankan program meskipun posisi pallet telah bergeser. Akibatnya, produk berisiko diletakkan terlalu ke kiri, terlalu ke kanan, terlalu maju, atau bahkan melewati batas pallet sehingga kestabilan susunan menurun.
Beberapa dampak yang sering muncul di lapangan meliputi:
- Susunan produk menjadi tidak rata.
- Produk bertabrakan dengan pembatas pallet.
- Kardus penyok atau rusak.
- Produk pada lapisan atas menjadi miring.
- Susunan lebih mudah roboh saat dipindahkan.
- Robot harus dihentikan untuk penyesuaian ulang.
- Operator lebih sering merapikan produk secara manual.
- Waktu produksi terbuang karena pallet harus diulang.
- Pola susun tidak sesuai dengan program.
- Produk keluar dari batas aman pallet.
Kesalahan beberapa milimeter pada lapisan pertama sering terlihat sepele, tetapi akan terus terakumulasi pada setiap lapisan berikutnya. Semakin tinggi susunan pallet, semakin besar pula penyimpangan yang dapat terjadi apabila posisi awal tidak dikoreksi.
Gunakan Sensor untuk Memastikan Pallet Sudah Berada di Area Penyusunan
Sensor berfungsi memastikan pallet telah berada pada posisi kerja sebelum robot mulai mengambil dan meletakkan produk. Meskipun tidak memberikan informasi posisi secara detail seperti kamera, sensor tetap menjadi komponen penting dalam sistem palletizing otomatis.
1. Sensor Keberadaan Pallet
Sensor keberadaan digunakan untuk mendeteksi apakah pallet sudah memasuki area kerja robot. Informasi ini menjadi sinyal awal agar sistem mengetahui bahwa proses palletizing dapat dilanjutkan.
2. Sensor Batas Posisi Pallet
Sensor dapat dipasang pada beberapa sisi untuk memastikan pallet telah mencapai posisi mekanis yang diharapkan. Cara ini membantu mengurangi variasi posisi sebelum proses pemeriksaan lanjutan dilakukan.
3. Sensor pada Pallet Stopper
Sensor memastikan pallet stopper telah mengunci pallet dengan benar sebelum robot mulai menyusun produk. Hal ini membantu mencegah pallet bergeser akibat dorongan selama proses palletizing berlangsung.
4. Sensor Ketinggian Pallet
Tinggi pallet dapat berbeda karena jenis, kondisi, atau tingkat keausannya. Pemeriksaan ketinggian membantu menjaga agar posisi peletakan lapisan pertama tetap sesuai dengan koordinat program robot.
Sensor standar umumnya hanya memberikan informasi ada atau tidaknya pallet di area kerja. Untuk mengetahui seberapa jauh pallet bergeser atau berapa besar sudut kemiringannya, sistem tetap memerlukan pemeriksaan tambahan menggunakan kamera industri atau vision system.
Gunakan Kamera Industri untuk Membaca Posisi dan Kemiringan Pallet
Kamera industri atau vision system mampu membaca posisi pallet secara lebih detail dibandingkan sensor keberadaan biasa. Sistem ini mengambil gambar pallet, mengenali posisi aktualnya, lalu mengirimkan data tersebut ke sistem kontrol agar robot dapat menyesuaikan titik penyusunan secara otomatis.
Vision system adalah sistem kamera industri yang digunakan untuk mengambil gambar, mengenali posisi objek, lalu mengirimkan hasil pemeriksaan ke sistem kontrol. Pada aplikasi palletizing, kamera dapat digunakan untuk memeriksa:
- Posisi pallet ke arah kiri atau kanan.
- Posisi pallet terlalu maju atau mundur.
- Sudut kemiringan pallet.
- Bentuk dan ukuran pallet.
- Posisi sudut pallet.
- Kondisi permukaan pallet.
- Keberadaan benda yang menghalangi.
- Posisi lembar alas di atas pallet.
1. Tentukan Bagian Pallet yang Menjadi Titik Acuan
Kamera membutuhkan titik referensi yang konsisten agar hasil pembacaan tetap akurat. Titik tersebut dapat berupa sudut pallet, tepi pallet, lubang pallet, atau bagian lain yang mudah dikenali oleh sistem.
2. Gunakan Tanda Acuan jika Bentuk Pallet Sulit Dibaca
Jika bentuk pallet sering berubah akibat kerusakan atau variasi pemasok, perusahaan dapat menambahkan marker visual sebagai referensi. Cara ini membantu kamera mengenali posisi pallet dengan lebih konsisten.
3. Pastikan Pencahayaan Kamera Stabil
Perubahan intensitas cahaya dapat memengaruhi hasil pembacaan kamera. Menjaga pencahayaan tetap stabil membantu meningkatkan akurasi deteksi posisi pallet sepanjang proses produksi.
Pallet kayu yang memiliki warna, tekstur, atau tingkat kerusakan berbeda sering kali lebih sulit dikenali dibandingkan pallet dengan bentuk seragam. Dalam kondisi seperti ini, penggunaan tanda acuan sederhana dapat meningkatkan konsistensi pembacaan tanpa harus mengubah program robot.

Bagaimana JAKA Palletizing Menyesuaikan Titik Susun?
Setelah posisi pallet terbaca, sistem akan membandingkan koordinat aktual dengan koordinat yang telah diprogram. Selisih tersebut digunakan sebagai dasar untuk mengoreksi titik penyusunan sehingga robot tetap meletakkan produk pada posisi yang benar.
Alur kerja sederhananya sebagai berikut:
- Pallet masuk ke area penyusunan.
- Sensor memastikan pallet telah tersedia.
- Pallet stopper mengunci posisi pallet.
- Kamera mengambil gambar pallet.
- Vision system menghitung posisi dan kemiringan pallet.
- Data dikirim ke sistem kontrol.
- Sistem memperbarui titik acuan robot.
- Robot mulai menyusun produk.
- Jika penyimpangan terlalu besar, proses dihentikan.
1. Koreksi Posisi ke Kiri, Kanan, Depan, dan Belakang
Robot tidak perlu diprogram ulang ketika pallet bergeser beberapa milimeter. Sistem cukup menggeser titik referensi sesuai hasil pembacaan kamera sehingga seluruh pola susun ikut menyesuaikan.
2. Koreksi Sudut Pallet
Jika pallet datang sedikit miring namun masih dalam batas aman, sistem dapat mengoreksi orientasi pola penyusunan. Dengan begitu, posisi setiap produk tetap mengikuti arah pallet yang sebenarnya.
3. Gunakan Satu Titik Acuan untuk Seluruh Pola Susun
Alih-alih mengubah koordinat setiap titik peletakan, sistem cukup memperbarui satu titik referensi utama. Pendekatan ini membuat proses koreksi lebih cepat dan program robot tetap sederhana.
Menyesuaikan satu titik dasar jauh lebih efisien dibandingkan mengedit seluruh koordinat pallet setiap kali terjadi sedikit pergeseran. Pendekatan inilah yang membuat sistem vision lebih praktis untuk lingkungan produksi dengan variasi posisi pallet yang masih berada dalam batas toleransi.
Tentukan Batas Pergeseran Pallet yang Masih Aman
Tidak semua pergeseran pallet perlu dikoreksi secara otomatis. Jika posisi atau kemiringan pallet sudah melewati batas aman, proses palletizing sebaiknya dihentikan untuk mencegah kerusakan produk maupun gangguan pada robot.
| Kondisi Pallet | Tindakan Sistem |
| Posisi sesuai titik acuan | Robot langsung mulai menyusun |
| Bergeser sedikit dan masih aman | Titik susun dikoreksi otomatis |
| Miring tetapi masih dalam batas aman | Sudut pola susun dikoreksi |
| Bergeser terlalu jauh | Robot tidak memulai proses |
| Pallet tidak terbaca kamera | Operator menerima peringatan |
| Pallet rusak atau bentuknya tidak sesuai | Pallet ditolak atau diperiksa ulang |
| Ada benda di atas pallet | Proses dihentikan sementara |
Batas aman sebaiknya ditentukan berdasarkan beberapa faktor berikut:
- Ukuran pallet.
- Ukuran produk.
- Jarak produk dari tepi pallet.
- Tinggi susunan.
- Pola penyusunan.
- Kecepatan robot.
- Kondisi area kerja.
- Kemampuan kamera membaca posisi.
- Ruang gerak robot.
- Ketepatan pallet stopper.
Batas toleransi tidak sebaiknya ditentukan hanya berdasarkan dimensi pallet. Produk yang hampir memenuhi seluruh permukaan pallet membutuhkan toleransi posisi yang lebih ketat dibandingkan produk yang masih memiliki ruang kosong di setiap sisinya.
Periksa Kondisi Pallet Sebelum Robot Mulai Menyusun
Selain membaca posisi, sistem juga perlu memastikan pallet masih layak digunakan untuk menopang seluruh susunan produk. Pemeriksaan ini membantu mengurangi risiko susunan tidak stabil akibat kondisi pallet yang rusak atau tidak sesuai standar. Dengan begitu, proses palletizing dapat berjalan lebih konsisten sejak lapisan pertama.
Hal yang perlu diperiksa:
- Bagian pallet patah
- Permukaan pallet tidak rata
- Paku atau bagian tajam menonjol
- Sudut pallet rusak
- Ukuran pallet tidak sesuai
- Pallet terlalu miring
- Ada benda tertinggal di permukaan
- Lembar alas tidak terpasang dengan benar
- Pallet basah atau kotor
- Pallet melengkung akibat beban sebelumnya
1. Gunakan Kamera untuk Pemeriksaan Visual Dasar
Kamera industri dapat membantu mendeteksi bentuk pallet yang tidak sesuai, sudut yang rusak, maupun benda asing yang tertinggal di permukaan. Pemeriksaan ini dilakukan sebelum robot mulai menyusun produk sehingga potensi gangguan dapat diketahui lebih awal.
2. Gunakan Sensor untuk Memeriksa Tinggi Pallet
Sensor ketinggian membantu memastikan posisi permukaan pallet sesuai dengan referensi program robot. Perbedaan tinggi akibat kerusakan atau variasi jenis pallet dapat dikompensasi sebelum proses penyusunan dimulai.
3. Hentikan Proses jika Pallet Tidak Memenuhi Batas
Apabila pallet berada di luar batas toleransi atau mengalami kerusakan yang dapat memengaruhi kestabilan susunan, sistem sebaiknya menghentikan proses secara otomatis. Pendekatan ini membantu mencegah kerusakan produk dan mengurangi kebutuhan rework.

Cegah Pallet Bergeser Setelah Proses Penyusunan Dimulai
Kamera dapat mengoreksi titik awal penyusunan, tetapi pallet tetap perlu ditahan agar tidak kembali bergeser ketika robot mulai meletakkan produk. Kombinasi antara pengendalian mekanis dan pengaturan gerakan robot akan menghasilkan susunan yang lebih stabil selama proses berlangsung.
Cara yang dapat diterapkan:
- Menggunakan pallet stopper
- Memasang penahan pada sisi pallet
- Memastikan conveyor berhenti dengan stabil
- Mengurangi benturan ketika pallet masuk
- Mengatur gerakan robot agar lebih halus
- Mengurangi kecepatan saat produk mendekati pallet
- Memastikan produk tidak didorong saat diletakkan
- Memeriksa kestabilan lantai atau conveyor
- Mengunci roda pada pallet bergerak
- Memeriksa ulang posisi setelah beberapa lapisan
1. Atur Gerakan Robot agar Tidak Mendorong Produk
Produk sebaiknya diletakkan secara vertikal dari atas tanpa gerakan menyapu ke samping. Cara ini membantu mencegah susunan maupun pallet bergeser akibat dorongan saat peletakan.
2. Periksa Ulang Posisi pada Lapisan Tertentu
Vision system dapat melakukan pemeriksaan tambahan setelah beberapa lapisan terbentuk untuk memastikan posisi pallet dan susunan tetap sesuai acuan. Pemeriksaan berkala ini membantu mendeteksi perubahan yang terjadi selama proses berlangsung.
Posisi pallet dapat benar pada awal proses, tetapi berubah setelah menerima beban atau tekanan berulang. Karena itu, pemeriksaan tidak selalu cukup dilakukan satu kali.
Selain sistem kamera, layout area palletizing juga perlu dirancang agar gerakan robot, posisi conveyor, dan area pallet tidak saling mengganggu selama proses berjalan. Sebagai panduan tambahan, baca artikel tentang desain layout robot palletizing yang efisien.
Periksa Apakah Susunan Produk Ikut Bergeser
Pallet yang tetap pada posisinya belum tentu menghasilkan susunan yang rapi karena posisi produk juga dapat berubah saat diambil, dipindahkan, atau dilepaskan oleh robot. Oleh sebab itu, evaluasi perlu mencakup posisi pallet sekaligus hasil susunan produk di atasnya.
Hal-hal yang perlu diperiksa:
- Posisi produk saat diambil
- Arah produk dari conveyor
- Bentuk kardus yang tidak seragam
- Produk terlepas terlalu cepat
- Produk terdorong oleh kemasan berikutnya
- Lapisan sebelumnya tidak rata
- Alat pencengkeram robot tidak berada di tengah
- Kecepatan robot terlalu tinggi
- Isi kemasan berpindah saat diangkat
- Ukuran kemasan berubah antarbatch
1. Gunakan Kamera untuk Memeriksa Posisi Produk
Kamera dapat memastikan orientasi dan posisi produk sebelum robot mengambilnya. Informasi tersebut membantu robot mempertahankan pola susun yang konsisten meskipun posisi produk dari conveyor sedikit berubah.
2. Periksa Lapisan Pertama sebagai Dasar Susunan
Lapisan pertama menjadi fondasi seluruh susunan sehingga penyimpangan kecil dapat terus terbawa hingga lapisan paling atas. Memastikan lapisan awal tersusun rapi akan meningkatkan stabilitas keseluruhan pallet.
3. Bandingkan Posisi Rencana dan Hasil Susunan
Perbandingan antara koordinat target dan posisi aktual membantu mengidentifikasi apakah penyimpangan berasal dari pallet, produk, gripper, atau gerakan robot. Data tersebut dapat digunakan sebagai dasar evaluasi proses berikutnya.
Selain posisi pallet, ketepatan penyusunan juga dipengaruhi oleh cara robot mengambil dan melepaskan produk. Karena itu, alat pencengkeram perlu disesuaikan dengan karakter kardus, karung, atau kemasan lainnya.
Integrasikan Kamera, Sensor, PLC, dan HMI
Kamera dan sensor perlu terhubung dengan sistem kontrol agar hasil pemeriksaan dapat langsung digunakan untuk menentukan tindakan robot secara otomatis. Integrasi ini memungkinkan JAKA Palletizing menyesuaikan titik susun, menghentikan proses saat terjadi penyimpangan, serta memberikan informasi yang jelas kepada operator.
1. Kamera Industri untuk Membaca Posisi
Kamera industri mengambil gambar pallet, kemudian menghitung posisi aktual dan kemiringannya sebelum proses palletizing dimulai. Data tersebut menjadi dasar sistem untuk mengoreksi titik acuan robot secara otomatis.
2. Sensor untuk Memastikan Kondisi Area Kerja
Sensor memeriksa keberadaan pallet, status pallet stopper, posisi conveyor, dan ketersediaan produk. Informasi ini memastikan seluruh kondisi awal telah terpenuhi sebelum robot mulai bekerja.
3. PLC untuk Mengatur Urutan Proses
PLC mengoordinasikan urutan kerja mulai dari pembacaan sensor, pengambilan gambar oleh kamera, penguncian pallet, hingga pemberian izin kepada robot. Dengan urutan yang tepat, setiap perangkat dapat bekerja secara sinkron.
4. HMI untuk Menampilkan Status dan Peringatan
HMI memungkinkan operator memantau posisi pallet, hasil inspeksi kamera, status sensor, serta penyebab alarm atau penghentian proses. Tampilan ini membantu troubleshooting dilakukan lebih cepat ketika terjadi gangguan.
5. Industrial PC untuk Mengolah dan Menyimpan Data
Industrial PC menjalankan perangkat lunak vision system sekaligus menyimpan data hasil inspeksi, riwayat koreksi posisi, dan log operasional. Data tersebut dapat dimanfaatkan untuk evaluasi performa sistem dalam jangka panjang.
6. Industrial Ethernet untuk Menghubungkan Perangkat
Industrial Ethernet menyediakan komunikasi yang stabil antara kamera, PLC, HMI, sensor, industrial PC, dan robot. Pertukaran data secara real-time membantu memastikan koreksi posisi dapat dilakukan tanpa mengganggu siklus produksi.
Penyesuaian posisi pallet membutuhkan pertukaran data yang cepat antara kamera, sensor, sistem kontrol, dan robot. Karena itu, seluruh perangkat perlu diintegrasikan agar pemeriksaan serta koreksi posisi dapat berjalan dalam satu urutan kerja yang terkoordinasi.
Integrasi seperti ini penting karena robot industri tidak dapat bekerja optimal jika berdiri sendiri tanpa dukungan sistem kontrol, data, dan perangkat pendukung yang saling terhubung. Untuk pembahasan lebih luas, baca artikel tentang robot industri dan sistem kontrol terintegrasi.
Simpan Data Pergeseran untuk Menemukan Sumber Masalah
Riwayat posisi pallet dapat digunakan untuk mengetahui apakah pergeseran terjadi secara acak atau terus berulang pada arah tertentu. Analisis data ini membantu perusahaan menemukan akar penyebab masalah sehingga perbaikan tidak hanya bergantung pada koreksi otomatis.
Data yang dapat disimpan:
- Waktu pallet masuk
- Posisi awal pallet
- Besar pergeseran
- Sudut kemiringan
- Nomor atau jenis pallet
- Status pallet stopper
- Hasil pemeriksaan kamera
- Koreksi yang diberikan kepada robot
- Jumlah proses yang dihentikan
- Posisi susunan setelah selesai
1. Cari Pola Pergeseran yang Berulang
Pallet yang terus bergeser ke arah yang sama dapat mengindikasikan masalah pada conveyor, stopper, atau jalur masuk. Pola yang konsisten biasanya lebih mudah ditelusuri dibandingkan gangguan yang benar-benar acak.
2. Bandingkan Pergeseran Berdasarkan Jenis Pallet
Pallet dari pemasok atau jenis yang berbeda dapat memiliki dimensi dan kondisi fisik yang tidak sama. Perbandingan ini membantu mengetahui apakah variasi pallet ikut memengaruhi akurasi penyusunan.
3. Gunakan Data untuk Menentukan Perbaikan Mekanis
Data koreksi otomatis dapat menjadi dasar untuk mengevaluasi kondisi mekanis seperti conveyor, stopper, atau area penempatan pallet. Dengan demikian, perbaikan dapat difokuskan pada sumber masalah yang sebenarnya.
Jika koreksi otomatis terus dilakukan dalam jumlah besar, perusahaan sebaiknya tidak menganggap masalah telah selesai. Kondisi tersebut justru dapat menjadi indikator bahwa terdapat komponen mekanis yang perlu diperiksa atau disetel ulang.
Checklist Sebelum Menggunakan Kamera untuk JAKA Palletizing
Sebelum sistem dijalankan, seluruh komponen perlu diuji menggunakan pallet dan kondisi produksi yang sebenarnya. Checklist berikut membantu memastikan kamera, sensor, dan sistem kontrol dapat bekerja secara konsisten saat operasional berlangsung.
- Apakah posisi ideal pallet sudah ditentukan?
- Apakah batas pergeseran aman sudah dibuat?
- Apakah pallet stopper bekerja dengan stabil?
- Apakah sensor dapat mendeteksi keberadaan pallet?
- Apakah kamera dapat melihat seluruh area pallet?
- Apakah pencahayaan di area kamera stabil?
- Apakah bagian pallet yang menjadi acuan mudah dikenali?
- Apakah kamera dapat membaca beberapa jenis pallet?
- Apakah pallet rusak dapat dibedakan dari pallet normal?
- Apakah sistem dapat mengoreksi titik dasar robot?
- Apakah proses berhenti ketika pergeseran terlalu besar?
- Apakah operator dapat melihat peringatan melalui HMI?
- Apakah posisi pallet diperiksa setelah beberapa lapisan?
- Apakah data pergeseran disimpan?
- Apakah pengujian sudah dilakukan pada kecepatan produksi sebenarnya?
FAQ tentang Kamera dan Posisi Pallet pada JAKA Palletizing
Sebelum menerapkan sistem kamera pada proses palletizing, masih ada beberapa pertanyaan yang sering muncul terkait cara kerja, batas kemampuan, dan integrasinya dengan sistem kontrol. Berikut beberapa di antaranya.
1. Apakah sensor biasa cukup untuk mendeteksi posisi pallet?
Tidak selalu. Sensor biasa umumnya hanya memastikan pallet tersedia di area kerja, sedangkan kamera industri lebih sesuai apabila sistem perlu mengetahui arah, besar pergeseran, dan sudut kemiringan pallet secara lebih terperinci.
2. Apakah robot dapat tetap bekerja jika pallet sedikit miring?
Bisa, selama kemiringannya masih berada dalam batas aman yang telah ditentukan dan sistem mampu mengoreksi titik acuan penyusunan. Jika melebihi batas tersebut, proses sebaiknya dihentikan untuk mencegah kesalahan susun.
3. Apakah semua pallet harus memiliki tanda khusus?
Tidak selalu. Kamera dapat menggunakan sudut atau tepi pallet sebagai acuan apabila bentuknya mudah dikenali. Tanda khusus dapat dipertimbangkan ketika kondisi pallet sangat bervariasi sehingga pembacaan menjadi kurang konsisten.
4. Apakah kamera bisa mendeteksi pallet yang rusak?
Bisa untuk jenis kerusakan tertentu yang terlihat secara visual, seperti sudut patah atau benda asing di atas pallet. Kemampuan deteksinya tetap bergantung pada kualitas kamera, pencahayaan, serta algoritma pemeriksaan yang digunakan.
5. Apakah posisi pallet cukup diperiksa satu kali?
Tidak selalu. Pada susunan yang tinggi atau proses yang berpotensi menyebabkan pallet bergeser, pemeriksaan tambahan setelah beberapa lapisan dapat membantu menjaga akurasi penyusunan.
6. Apakah sistem kamera harus terhubung dengan PLC?
Tidak wajib, tetapi integrasi dengan PLC membuat urutan pemeriksaan, penguncian pallet, pemberian izin kepada robot, dan penghentian proses dapat dijalankan secara otomatis sesuai kondisi aktual.
Kesimpulan: Menjaga Akurasi Penyusunan dengan Deteksi Posisi Pallet Otomatis
Posisi pallet yang bergeser dapat menyebabkan susunan produk tidak rapi meskipun program JAKA Palletizing telah dibuat dengan benar. Dengan memadukan sensor, kamera industri, dan sistem kontrol, robot dapat menyesuaikan titik susun berdasarkan posisi pallet yang sebenarnya sehingga akurasi penyusunan tetap terjaga.
Langkah yang dapat langsung dilakukan:
- Tentukan posisi ideal pallet.
- Periksa kestabilan conveyor dan pallet stopper.
- Tentukan batas pergeseran yang masih aman.
- Pasang sensor untuk mendeteksi keberadaan pallet.
- Gunakan kamera jika arah dan besar pergeseran perlu dibaca.
- Tentukan titik pallet yang digunakan sebagai acuan.
- Hubungkan hasil pemeriksaan dengan sistem kontrol robot.
- Hentikan proses jika pallet berada di luar batas aman.
- Periksa ulang posisi setelah beberapa lapisan jika diperlukan.
- Simpan data pergeseran untuk menemukan penyebab yang berulang.
Optimalkan JAKA Palletizing dengan Sistem Vision yang Terintegrasi
Delta Mitra Solusindo dapat membantu mengintegrasikan JAKA Palletizing dengan kamera industri, PLC, HMI touchscreen, industrial Ethernet, industrial PC, smart sensor, dan panel kontrol. Solusi tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi lini produksi untuk membantu memeriksa posisi pallet, mengoreksi titik penyusunan secara otomatis, serta menghentikan proses ketika pallet berada di luar batas aman.
Dengan integrasi yang tepat, perusahaan dapat meningkatkan konsistensi penyusunan produk, mengurangi kebutuhan penyesuaian manual, dan memperoleh data operasional untuk evaluasi berkelanjutan.
Alamat: Jl. Diponegoro VI No. 63, Kec. Banyumanik, Kota Semarang
Telepon: +62 24 7640 2285
WhatsApp: +62 811 320 0880
Email: [email protected]
Jam Kerja: Senin – Jumat (08.00 – 17.00 WIB)
